Menurutnya, stand up comedy bisa menjadi wadah warga untuk menyampaikan kritik dengan cara kreatif.
“Stand up comedy itu menghibur, tapi sekaligus mengkritik. Kami sangat terbuka dengan masukan, karena kritik itu untuk membangun dan memperbaiki pelayanan pemerintah,” ujarnya.
Meski begitu, ia mengingatkan agar konten komedi tetap memperhatikan audiens, terutama anak-anak yang ikut menonton.
Gelaran ini menjadi bukti bahwa kritik tidak selalu harus kaku atau penuh amarah.
“Melalui panggung komedi, suara warga tetap bisa sampai ke pemerintah dengan cara yang lebih segar namun tetap tajam,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/Ramadan)
Editor Restu







