“Kader memiliki peran vital dalam memberikan informasi, mendampingi, sekaligus mengawasi kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi zat besi dan menjaga pola makan sehat,” jelasnya.
Para kader juga diberikan pembekalan seputar manfaat zat besi, jenis makanan kaya zat besi, cara konsumsi tablet Fe yang benar, hingga cara mengatasi efek samping seperti sembelit dan perubahan warna feses.
Tak hanya dosen, mahasiswa yang terlibat juga merasakan pengalaman berharga.
“Kami jadi belajar langsung bagaimana berkomunikasi dengan masyarakat. Tidak hanya teori, tapi benar-benar praktik di lapangan,” kata Maya, salah satu mahasiswa peserta.
Sementara itu, kader kesehatan yang mengikuti kegiatan ini mengaku sangat terbantu dengan penyuluhan tersebut.
“Selama ini kami hanya menyampaikan pesan singkat kepada ibu hamil. Sekarang lebih paham cara menjelaskan pentingnya tablet Fe dan makanan bergizi agar ibu hamil mau patuh,” ungkap kader Puskesmas Alalak Selatan, Siti Aminah.
Dalam kegiatan ini, sebelum penyuluhan dimulai, peserta mengikuti pretest untuk mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku mereka terkait konsumsi zat besi.
Setelah intervensi berupa diskusi interaktif, tanya jawab, dan pemberian materi edukatif, dilakukan post test guna menilai peningkatan pemahaman kader.
Hasil pengabdian ini diharapkan tidak hanya menambah wawasan kader, tetapi juga memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat. (Wartabanjar.com/Ramadan)
Editor Restu







