Dengan kemenangan ini, Alcaraz kembali ke peringkat nomor satu dunia ATP, pertama kalinya sejak September 2023.
Menariknya, kemenangan itu bertepatan dengan peringatan 22 tahun Juan Carlos Ferrero pelatih Alcaraz ketika mencapai peringkat 1 dunia usai final US Open 2003.
Sinner Tetap Bersejarah
Meski kalah, Jannik Sinner tetap menorehkan catatan gemilang. Juara Australian Open dan Wimbledon itu menjadi petenis termuda era Open yang mencapai final di keempat turnamen major dalam satu musim.
Ia juga memperpanjang reputasinya sebagai spesialis lapangan keras dengan 27 kemenangan beruntun di turnamen major sebelum akhirnya dihentikan Alcaraz.
“Carlos dan timnya melakukan pekerjaan luar biasa. Hari ini mereka lebih baik dari saya, dan saya mengakuinya. Nikmatilah momen ini,” kata Sinner dengan sportivitas tinggi.
Pertarungan sengit ini semakin mengukuhkan rivalitas Alcaraz–Sinner sebagai salah satu yang paling menarik di era tenis modern. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







