WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Regenerasi bulu tangkis Indonesia yang sempat tersendat kembali jadi perbincangan awal 2025. Bukan karena minim talenta, tetapi karena pemain muda kurang mendapat panggung di level atas.
Contoh jelas terlihat pada Alwi Farhan, juara dunia junior 2023. Perkembangannya melambat, berbeda dengan rivalnya dari Prancis, Alex Lanier, yang kini sudah menempati ranking 7 dunia.
Pelatih Mulyo Handoyo menegaskan percepatan harus dilakukan. “Alwi punya potensi besar. Kalau tidak diproses cepat, bisa terlambat bersinar atau malah tenggelam,” ungkapnya, akhir Desember 2024.
PBSI pun langsung mengubah strategi. Alwi mulai ditempa lebih intensif dan menunjukkan kebangkitan pada Kejuaraan Asia Beregu Campuran serta Piala Sudirman 2025. Pemain muda lain seperti Mohammad Zaki Ubaidillah juga diproyeksikan naik kelas setelah menjuarai Asia Junior.







