SUDAH 4.000 SISWA KERACUNAN! Mendikdasmen Tegas Tak Hentikan Program MBG

Jangan Anggap Anak-anak Hanya Statistik

Sementara itu, Kepala Pusat Ekonomi dan UMKM Indef, Izzudin Al Farras, menilai pemerintah tidak boleh melihat kasus keracunan ribuan siswa ini hanya sebagai angka.

“Kami mendorong agar program ini dihentikan sementara, dievaluasi, baru kemudian diperbaiki,” ujar Farras dalam diskusi daring Indef, Kamis (4/9/2025).

Ia menyoroti masalah mendasar seperti lemahnya perencanaan, pengawasan, dan distribusi bahan mentah. Bahkan, sejumlah laporan media sempat mengungkap dugaan penggunaan minyak babi pada nampan MBG, pasokan bahan mentah yang tidak layak, hingga praktik mark-up anggaran yang diakui Badan Gizi Nasional.

Jika persoalan ini tidak segera ditangani serius, rencana pemerintah memperluas cakupan MBG dengan alokasi anggaran melonjak dari Rp71 triliun (2025) menjadi Rp335 triliun (2026) justru berpotensi memperbesar jumlah korban.

Tragedi ribuan anak keracunan ini pun menjadi alarm keras agar program MBG tidak hanya sekadar seremonial, tapi benar-benar menjamin keselamatan dan kesehatan siswa penerima manfaat.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)

editor: nur muhammad