NGERI! Syahroni dan Keluarganya Ditemukan Terkubur Satu Lubang dalam Rumah di Indramayu, Warga Histeris!
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, INDRAMAYU – Warga Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, dikejutkan dengan penemuan lima jenazah terkubur di dalam rumah pada Senin (1/9/2025) sore. Penemuan itu bermula dari kecurigaan tetangga karena tidak mendapat kabar dari salah satu penghuni rumah, Euis, sejak beberapa hari terakhir.
Menurut keterangan warga bernama Sohib, tetangga awalnya mencoba menghubungi Euis sejak Kamis (28/8) namun tidak ada jawaban. Kecurigaan semakin kuat saat rumah bercat merah muda itu terlihat sepi tanpa aktivitas.
“Pintu rumah terkunci dan suasana sunyi. Saat didobrak warga, tercium bau menyengat dari dalam rumah. Setelah ditelusuri, terlihat ada kaki manusia menyembul dari tanah,” ungkap Sohib.
BACA JUGA:SADIS! Staf KBRI Peru Ditembak Tiga Kali Saat Bersepeda, Diduga Perampokan
5 Jenazah Terkubur dalam Satu Lubang
Saat digali, warga pertama kali menemukan jasad Haji Syahroni (70), pemilik rumah. Setelah itu, berturut-turut ditemukan jasad anaknya Budi (40), istrinya Euis (37), serta dua anak mereka yang masih kecil, masing-masing berusia 7 tahun dan 8 bulan.
Penemuan ini sontak membuat warga histeris. Lima jenazah itu kemudian dilaporkan ke polisi.
Misteri Kematian Diselidiki
Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, membenarkan penemuan mengerikan tersebut. “Benar, ditemukan lima orang meninggal dunia di sebuah rumah di Jalan Siliwangi, Paoman, Indramayu. Diduga mereka masih satu keluarga,” ujarnya.
Menurut polisi, kelima korban dikubur dalam satu lubang di dalam rumah. Saat ini, seluruh jenazah telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Losarang untuk proses identifikasi dan autopsi.
Pihak kepolisian masih menyelidiki motif di balik peristiwa ini, apakah terkait tindak kriminal atau faktor lain.
Warga Masih Trauma
Hingga Selasa (2/9/2025), suasana di sekitar rumah bercat merah muda itu masih mencekam. Banyak warga yang belum percaya jika satu keluarga bisa ditemukan terkubur dengan cara mengenaskan.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad