”Kemudian Api berhasil kami jinakkan dalam waktu sekitar 30 menit,” ujarnya kepada awak media.
Syafrullah menambahkan, penyebab munculnya asap pekat di dalam kamar dikarenakan adanya kasur yang terbakar.
“Untuk mempermudah proses pemadaman dan mengeluarkan asap dari ruangan, petugas terpaksa memecahkan kaca jendela kamar tersebut,” jelasnya.
Dalam proses evakuasi dan pemadaman, tim Damkar juga dilengkapi alat pelindung pernapasan atau Self Contained Breathing Apparatus (SCBA), guna mengatasi kondisi ruangan yang penuh asap.
”Meski asap sangat tebal, petugas tetap bisa masuk dan memastikan api tidak merambat ke ruangan lain,” papar Syafrullah.
Ia turut mengimbau masyarakat untuk memperhatikan pentingnya ventilasi udara dalam hunian.
”Sebisa mungkin desain rumah disertai dengan ventilasi udara yang memadai. Jika hanya mengandalkan pendingin ruangan seperti AC tanpa ventilasi alami, saat terjadi kebakaran akan menyulitkan proses pengeluaran asap, seperti yang kami alami tadi,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor Restu







