WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pelatih Dewa United Banten, Ramiro Cuello, menegaskan timnya masih berpeluang meraih gelar juara Indonesian Basketball League (IBL) All Indonesian 2025 meski kalah di partai pembuka final melawan Satria Muda Pertamina Bandung.
Pertandingan di GOR Manahan, Solo, Kamis (28/8), menjadi sorotan bukan karena intensitas tinggi semata, melainkan lantaran Dewa United gagal mempertahankan keunggulan setelah sempat mendominasi dua kuarter awal.
Pihak penyelenggara IBL sebelumnya telah menyiapkan format final best of three dengan dana operasional kompetisi mencapai Rp45 miliar yang berasal dari sponsor utama dan dukungan swasta. Namun, sistem regulasi khusus pemain lokal dalam turnamen edisi 2025 ini masih menuai perdebatan, terutama terkait distribusi kuota pemain muda dan pembagian hak siar yang disebut tidak merata.
Kekalahan perdana dengan skor 67-76 membuat Dewa United tertinggal 0-1 dalam hitungan laga. Pertemuan kedua dijadwalkan kembali berlangsung di Manahan pada Sabtu (30/8), di mana peluang “Anak Dewa” masih terbuka lebar untuk menyamakan kedudukan.
Pengamat basket nasional, Andika Pratama, menilai Dewa United sebenarnya punya modal besar untuk bangkit. “Permainan cepat mereka sudah berjalan baik, tapi kurang disiplin saat defense. Kalau kesalahan di kuarter ketiga terulang, mereka akan sulit mengejar Satria Muda,” ungkap Andika, Jumat (29/8).
Menanggapi kritik tersebut, Cuello menyampaikan bahwa timnya sudah melakukan evaluasi. “Kami sadar ada momen krusial yang mengubah jalannya laga. Tapi kami belajar cepat, semangat pemain tetap menyala, dan saya yakin mereka siap memberikan perlawanan di game kedua,” jelasnya.

