WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pertemuan antara Janice Tjen dan Emma Raducanu di babak kedua US Open 2025 berakhir dengan kemenangan cepat untuk Raducanu 6-2, 6-1. Namun di balik hasil telak tersebut, pertandingan menampilkan adu strategi yang menarik. Raducanu yang pernah meraih gelar US Open 2021 tampil sangat agresif. Ia dengan konsisten membongkar pola permainan Janice, terutama dengan mengincar sisi backhand petenis Indonesia berusia 23 tahun itu. Forehand keras Raducanu membuat Janice kesulitan keluar dari tekanan, meski sempat mencoba variasi slice untuk memperlambat tempo. “Janice adalah lawan yang berbahaya. Kalau bola saya tidak cukup tajam, dia bisa menghukum dengan cepat,” ujar Raducanu seusai laga. Di sisi lain, Janice menunjukkan kualitasnya meski kalah. Ia datang ke turnamen ini dengan catatan luar biasa sejak lulus dari Pepperdine University, yakni menang-kalah 101-13, termasuk kemenangan mengejutkan atas unggulan ke-24 Veronika Kudermetova di babak pertama. Sayangnya, Raducanu terlalu solid dalam mendikte jalannya pertandingan. Hampir di setiap rally, Janice dipaksa bertahan jauh di belakang baseline. Upaya menyerang justru sering kandas karena Raducanu mengantisipasi lebih cepat. Bagi Janice, meski langkahnya terhenti, debutnya di US Open bisa jadi titik awal penting untuk menapaki level lebih tinggi. Mengalahkan pemain Top 50 dunia dan memaksa Raducanu tampil waspada penuh adalah modal berharga untuk kariernya ke depan. (Wartabanjar.com/berbagai sumber) Editor: Andi Akbar