Selain perbaikan akses, Yamin membuka peluang relokasi sekolah ke lokasi lebih strategis. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan ini harus melalui kajian mendalam.
“Kalau dipindah, tentu harus ke lokasi yang lebih baik. Tapi kalau tetap di sini, bangunannya wajib permanen, kokoh, dan aman. Jangan setengah-setengah,” ungkapnya.
Fakta Jumlah Siswa Menyusut
Data terakhir menunjukkan siswa SDN Basirih 10 hanya 42 orang. Jumlah itu terus merosot akibat kondisi sekolah yang buruk.
“Siapa yang mau menyekolahkan anaknya kalau sekolah rusak dan aksesnya sulit? Ini memalukan! Harus segera kita benahi. Bukan wacana, tapi aksi nyata,” tegas Yamin.
Yamin menegaskan, perbaikan bukan hanya pada akses jalan, melainkan juga fasilitas sekolah secara menyeluruh. Targetnya, SDN Basirih 10 harus berubah menjadi sekolah aman, nyaman, dan membanggakan.
“Kita ingin anak-anak belajar di ruang yang membuat mereka bahagia. Dari sinilah lahir generasi yang kuat, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan,” pungkasnya penuh harap.(Wartabanjar.com/Ramadan)
editor: nur muhammad







