Wali Kota Banjarmasin Janji Bangun Fasilitas Khusus Anak Sakit Usai Jenguk Bocah Penderita Epilepsi
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Suasana haru menyelimuti sebuah rumah sederhana di Banjarmasin ketika Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, menjenguk Milan, bocah malang yang menderita epilepsi sekaligus gizi buruk.
Milan kini hanya bisa terbaring lemah. Tubuh mungilnya bergantung pada selang infus sebagai jalur asupan makanan, dengan bantuan penuh kasih dari kedua orang tuanya yang mengikuti arahan tenaga medis.
Didampingi Kepala Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial, Wali Kota Yamin memberikan bantuan berupa santunan dan dukungan pemenuhan gizi. Namun, kunjungan ini tidak sekadar seremonial. Yamin menegaskan, pemerintah kota harus lebih serius menghadapi kasus anak-anak dengan kondisi kesehatan kritis.
“Kita tidak boleh membiarkan anak-anak seperti Milan merasa sendirian. Pemerintah harus hadir memberikan perhatian dan solusi nyata,” tegas Yamin.
BACA JUGA:Program MBG oleh SPPG Polda Kalsel Resmi Dimulai, Ratusan Pelajar SDN 1 Kemuning Banjarbaru Jadi Sasaran
Janji Bangun Rumah Singgah Khusus
Dalam pernyataannya, Wali Kota menekankan pentingnya fasilitas rumah singgah atau pusat perawatan khusus di Banjarmasin. Tempat ini nantinya bisa menjadi wadah aman dan layak bagi anak-anak dengan penyakit kronis atau kekurangan gizi.
“Ke depan, kita akan upayakan adanya rumah singgah. Di sana anak-anak bisa mendapat perawatan medis, pemenuhan gizi, hingga pendampingan penuh,” ujarnya.
Sebelum kembali ke Banjarmasin, Milan sempat menjalani perawatan panjang di Kalimantan Timur dan RS Sardjito Yogyakarta. Kini ia bersama keluarganya hanya bisa menumpang tinggal di sebuah rumah pinjaman.
“Milan hanyalah satu contoh. Masih ada banyak anak lain di Banjarmasin yang membutuhkan perhatian serius. Kehadiran pemerintah sangat penting bagi mereka yang kesulitan mengakses layanan kesehatan,” tandas Wali Kota.
Kisah Milan kini menjadi sorotan publik. Banyak pihak berharap langkah nyata pemerintah benar-benar segera terwujud, agar tak ada lagi anak-anak yang harus berjuang sendirian melawan sakit dan kekurangan gizi.(Wartabanjar.com/Ramadan)
editor: nur muhammad