WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Warga Komplek Buana Permai, Jalan Malkon Temon, Kelurahan Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin dibuat heboh pada Senin (25/8/2025) malam. Sebuah rumah milik H. Mahyuni nyaris ambruk setelah pondasi bagian belakang dan sampingnya diduga patah. Komandan Regu III BPBD Kota Banjarmasin, Denny Setiawan, mengungkapkan kondisi rumah tersebut sangat mengkhawatirkan. “Pondasi bagian belakang dan samping sudah patah, menyebabkan retakan besar dan pergeseran struktur bangunan. Kalau dibiarkan, risiko roboh total sangat tinggi,” jelasnya, Selasa (26/8/2025). BACA JUGA:MIRIS! Alkohol Jadi Pemicu Maraknya Kriminalitas di Banjarmasin, Ini Data Lengkapnya Dua Keluarga Terdampak Insiden ini langsung berdampak pada penghuni rumah. Tercatat dua kepala keluarga dengan empat jiwa terpaksa mengungsi demi keselamatan. “Syukurlah tidak ada korban jiwa. Namun, aktivitas di sekitar rumah kami larang untuk sementara karena kondisi bangunan masih rawan runtuh,” tambah Denny. Imbauan BPBD BPBD Kota Banjarmasin mengingatkan warga sekitar untuk lebih waspada, terutama di kawasan padat pemukiman yang rawan pergeseran tanah maupun pondasi rapuh. Tim juga telah memasang tanda peringatan di lokasi agar masyarakat tidak mendekat. Kejadian ini menjadi peringatan penting bahwa pondasi rumah harus diperhatikan sejak awal pembangunan. Kerusakan kecil yang diabaikan bisa berujung bencana besar. Penyebab Lain Pondasi Rumah Rawan Retak & Solusinya: Penyebab Umum: - Tanah Labil / Amblas → tanah bekas rawa atau timbunan yang tidak dipadatkan. - Drainase Buruk → air menggenang di sekitar pondasi hingga merusak struktur. - Kualitas Material Rendah → campuran semen & pasir tidak sesuai standar. - Beban Berlebih → bangunan bertingkat tanpa perhitungan konstruksi matang. - Getaran & Aktivitas Sekitar → lalu lintas berat, pembangunan, atau gempa kecil. Solusi & Pencegahan: - Gunakan jasa kontraktor bersertifikat untuk desain pondasi. - Lakukan uji tanah sebelum pembangunan. - Pasang drainase memadai agar air tidak menggenang. - Gunakan material sesuai SNI dengan kualitas terjamin. - Rutin lakukan inspeksi bangunan untuk deteksi retak sejak dini.(Wartabanjar.com/Iqnatius) editor: nur muhammad