WARTABANJAR.COM, BONE – Pemandangan memilukan terjadi di Bone Bolango, Gorontalo. Seorang tukang ojek bernama Munandar Samania yang meninggal dunia harus diangkut menggunakan sepeda motor menuju rumah duka di Desa Tilonggibila, Kecamatan Pinogu, karena jalan rusak parah membuat ambulans tak bisa masuk.
Jenazah Munandar dibawa oleh adiknya, Peo Samania, dengan cara dibonceng di motor sejauh puluhan kilometer. Para tetangga dan warga ikut mengiringi almarhum dengan konvoi belasan hingga puluhan motor.
Jalur Ekstrem, Ambulans Tak Bisa Masuk
Perjalanan jenazah dilakukan melalui jalur Suwawa Timur–Pinogu menuju Desa Tilonggibila. Jarak dari RSUD Toto Kabila ke desa tersebut sekitar 50 km, dengan kondisi jalan yang hanya sebagian kecil diperbaiki.
BACA JUGA:GEGER! Guru SD di Lampung Hampir Cekik Murid, Netizen Geram: “Harus Tes Kejiwaan!”
Dari total 40 km ruas Suwawa Timur–Pinogu, hanya 18 km yang sudah dibeton.
Sisanya berupa jalan tanah sempit, terjal, berlumpur, diapit tebing dan jurang, sehingga mustahil dilalui mobil, apalagi ambulans.
Satu-satunya transportasi yang bisa menembus jalur ini hanyalah sepeda motor.
Bukan Kasus Pertama
Kepala Desa Tilonggibila, Max Lagibu, mengungkapkan bahwa kasus jenazah diangkut dengan motor bukan pertama kali terjadi. Sejak 2024, sudah ada tiga warga lain yang mengalami nasib serupa:







