Ito dikenal dengan gaya agresifnya, sering melontarkan backhand tajam serta slice mematikan, sementara Janice tampil tenang dengan perpaduan forehand akurat dan backhand slice yang disebut-sebut mengingatkan pada Ashleigh Barty, sang idola.
Membawa Nama Indonesia Kembali ke Panggung Dunia
Masuknya Janice ke Top 200 WTA dan pencapaiannya sebagai ITF Player of the Month dua bulan berturut-turut menunjukkan bahwa kebangkitannya bukan sekadar sensasi sesaat.
Jika ia mampu menaklukkan Ito, Janice akan mencatat sejarah baru sebagai petenis Indonesia pertama dalam 21 tahun terakhir yang tampil di babak utama Grand Slam. Selangkah lagi, sejarah menanti. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







