Festival Budaya Aruh Madihin 2025 Resmi Dibuka: Ada Battle Madihin 6 vs 6 hingga Pemadihin Cilik
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Tradisi lisan khas Banua kembali bergema! Festival Budaya Aruh Madihin 2025 resmi dimulai pada Sabtu (23/8/2025) di Gedung Balairungsari Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Acara bergengsi ini digelar oleh Yayasan Banjar Bakula Rumah Budaya dan akan berlangsung hingga Minggu (24/8/2025).
Festival dibuka secara resmi oleh Saiful Rahman, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIII Kaltengsel. Suasana pembukaan makin semarak dengan hadirnya sejumlah pemadihin terkemuka Banua, di antaranya Anang Syakrani, Hendra Tralala, hingga Said Zola.
Diskusi, Battle Madihin, hingga Pemadihin Cilik
Pada hari pertama, festival tidak hanya menghadirkan diskusi dan dialog tentang seni bertutur khas masyarakat Banjar, tetapi juga suguhan penampilan madihin yang penuh energi. Malam harinya, penonton disuguhi battle madihin 6 vs 6 serta atraksi memukau dari pemadihin cilik.
BACA JUGA:Diperiksa KPK, Lisa Mariana Mengaku Aliran Dana Dipakai untuk Anaknya, “Buat Anak Saya, Benar!”
“Untuk workshop akan dilaksanakan besok,” jelas Muhammad Budi Zakia Sani (Zaki), Ketua Pelaksana sekaligus moderator diskusi.
150 Peserta Meriahkan Aruh Madihin
Zaki mengungkapkan, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Sedikitnya 150 peserta dari kalangan umum, mahasiswa, pelajar, hingga komunitas seni di berbagai wilayah Kalsel ikut serta dalam festival ini.
Menurut Zaki, ajang ini bukan hanya hiburan, tapi juga wadah edukasi untuk melestarikan dan mengembangkan seni madihin di kalangan generasi muda.
“Kami berharap seni madihin bisa lebih dekat dengan anak muda Banua. Ini warisan budaya kita, dan generasi muda harus bangga sekaligus mendalami seni ini,” tegasnya.
Selain itu, kehadiran pemadihin lintas generasi dinilai mampu menambah referensi, inspirasi, dan motivasi bagi para pelaku seni madihin di Kalimantan Selatan.
“Kami berharap Aruh Madihin bisa menjadi agenda tahunan, agar seni bertutur ini terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” pungkas Zaki.(Wartabanjar.com/Frans)
editor: nur muhammad