WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Nama Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel kembali jadi sorotan publik. Politikus yang dikenal penuh kontroversi ini terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan pemerasan terhadap sejumlah perusahaan yang mengurus sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Selain Noel, KPK juga mengamankan belasan orang lainnya, termasuk pejabat eselon II Kemenaker. Status hukum Noel rencananya akan diumumkan KPK dalam waktu dekat. Namun jauh sebelum OTT ini, sosok Noel memang sudah kerap menuai polemik. Berikut jejak kontroversi Immanuel Ebenezer sepanjang kariernya: 1. Dilaporkan Alumni 212 Pada 2019, Alumni 212 melaporkan Noel ke polisi karena dianggap menghina peserta aksi. Saat itu, Noel yang menjabat Ketua Umum Jokowi Mania menyebut kelompok 212 sebagai “penghamba uang”. Pernyataannya menuai kecaman keras dari kelompok tersebut. 2. Membela Munarman dalam Kasus Terorisme Pada 2022, Noel kembali jadi sorotan setelah hadir di persidangan Munarman, eks Sekretaris FPI, sebagai saksi meringankan. Langkahnya dianggap berseberangan dengan pemerintah, hingga membuat posisinya sebagai Komisaris Utama PT Mega Eltra dicopot oleh Menteri BUMN Erick Thohir. 3. Karier Politik Penuh Manuver Immanuel Ebenezer dikenal sebagai relawan politik yang gemar membentuk organisasi pendukung. Dari Jokowi Mania, Ganjar Mania, hingga Prabowo Mania 08. Tahun 2019, ia mendukung Jokowi–Ma’ruf lewat Jokowi Mania. Tahun 2021, sempat jadi Komisaris Utama PT Mega Eltra sebelum dicopot pada 2022. Tahun 2022–2023, mendukung Ganjar Pranowo lewat GP Mania, namun kemudian membubarkannya. Tahun 2023, balik arah mendukung Prabowo Subianto yang akhirnya menang Pilpres 2024. Atas loyalitasnya, Noel kemudian diangkat menjadi Wakil Menteri Ketenagakerjaan di kabinet Prabowo–Gibran. 4. Pernyataan Kontroversial Noel Selain manuver politik, Noel juga dikenal dengan ucapannya yang kerap memicu polemik: Janji 19 Juta Lapangan Kerja Lima hari sebelum OTT, Noel menyebut janji pemerintah menciptakan 19 juta lapangan kerja sulit tercapai karena kondisi global tidak stabil. Siap Dicopot karena Buruh Sritex Saat Sritex melakukan PHK 50 ribu karyawan, Noel menyatakan lebih baik kehilangan jabatan daripada melihat buruh dirugikan. Komentar soal #KaburAjaDulu Di awal 2025, ia menyebut wajar jika WNI ingin bekerja di luar negeri bahkan menyarankan mereka “kalau kabur, jangan balik”. Pernyataan ini memicu hujan kritik netizen. Janji kepada Ojol Ia pernah berjanji memperjuangkan regulasi agar pengemudi ojol diakui sebagai pekerja, bukan sekadar mitra aplikasi. Kini, semua kontroversi itu kian disorot seiring keterlibatan Noel dalam OTT KPK. Publik menunggu apakah perjalanan politiknya yang penuh drama akan berhenti di meja hijau atau masih berlanjut dengan episode baru. (Wartabanjar.com/berbagai sumber) Editor: Andi Akbar