Beras Bulog Oplosan Beredar di HST, Dua Pelaku Diamankan

WARTABANJAR.COM, BARABAI – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Hulu Sungai Tengah (HST) berhasil mengungkap praktik pengemasan ulang beras menggunakan karung berlogo resmi Bulog SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).

Konferensi pers pengungkapan kasus dipimpin Kasat Reskrim Polres HST, AKP Andi Patinasarani, mewakili Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon, di Mapolres HST, Rabu (20/8/2025).

Dalam pengungkapan ini, dua orang tersangka berhasil diamankan bersama ratusan karung beras siap edar. Dari penyelidikan sementara, sindikat ini memproduksi sekitar 400 karung beras oplosan per minggu, dengan masing-masing kemasan berbobot 5 kilogram.

Kasat Reskrim Polres HST, AKP Andi Patinasarani, menjelaskan kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan dari masyarakat terkait beredarnya beras SPHP dengan kemasan mencurigakan.

“Awalnya kami meringkus JH di Desa Telang saat diperjalanan menggunakan mobil pickup. Dari sana ditemukan 100 pack beras bermerek SPHP yang disembunyikan di antara tumpukan beras biasa,” ujarnya.

Dari hasil pengembangan, polisi kemudian menemukan 200 karung beras dengan berat 1 ton di sebuah penggilingan padi milik HT di Desa Awang Baru. Tak berhenti di situ, penggeledahan di Desa Bakapas kembali menemukan 292 karung beras yang telah dikemas ulang menggunakan karung SPHP berlogo Bulog.

Selain barang bukti berupa ratusan karung beras, polisi juga mengamankan kemasan kosong bermerek SPHP, alat pengemasan, serta timbangan.