WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Menantu Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menggelar dan menjalani prosesi adat Banjar mandi-mandi tujuh bulan di kediamannya di Banjarmasin, Senin (18/8/2025). Tradisi ini menjadi wujud kepedulian Gubernur Kalsel beserta keluarga dalam melestarikan budaya asli masyarakat Banjar, di tengah gempuran budaya modern dan asing sekarang. Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, Galuh Tantri Narindra, yang hadir langsung menyaksikan prosesi adat tersebut. Ia menjelaskan, acara tujuh bulanan dalam budaya Banjar atau dikenal sebagai Mandi Tujuh Bulanan atau Bamandi-Mandi Manujuh Bulanan merupakan tradisi turun-temurun yang dilaksanakan saat seorang ibu hamil anak pertama memasuki usia kehamilan tujuh bulan. “Acara ini merupakan ungkapan syukur atas kehamilan dan doa keselamatan bagi ibu dan bayi yang dikandung," katanya, dikutip dari MC Kalsel, Selasa (19/8/2025). Budaya mandi-mandi tujuh bulan merupakan warisan yang mencerminkan kekayaan tradisi masyarakat Banjar. Prosesi ini tidak sekadar ritual adat, imbuhnya, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan, doa keselamatan, serta penghormatan terhadap kehidupan baru yang akan lahir. Ia juga menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Disdikbud terus mendorong kegiatan-kegiatan budaya seperti ini agar tidak hilang ditelan zaman, apalagi tradisi ini selaras dengan upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Kebudayaan daerah. BACA JUGA: Waspada Banjir Rob di Banjarmasin, Batola dan Tanah Laut “Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tugas kita bersama. Semoga tradisi mandi-mandi tujuh bulan ini terus dilestarikan dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” pungkasnya. Tantri pun berharap, semakin banyak masyarakat, termasuk tokoh publik maupun keluarga pejabat daerah, yang menjadikan pelaksanaan tradisi lokal sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. "Dengan begitu, budaya Banjar tidak hanya bertahan, tetapi juga bisa dikenal lebih luas di tingkat nasional maupun internasional," pungkasnya. (wartabanjar.com/berbagai sumber) Editor: Yayu