WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Kabar wafatnya mantan manajer timnas Indonesia, I Gusti Kompyang (IGK) Manila, meninggalkan duka mendalam. Eks striker timnas, Peri Sandria, mengenang sosok almarhum sebagai figur tegas sekaligus ayah yang penuh perhatian.
Peri yang pernah bekerja sama dengan Manila di Bandung Raya dan timnas Indonesia mengingat betul peran besar almarhum. Paling ikonik adalah keberhasilan meraih medali emas SEA Games 1991 yang baru bisa disamai timnas Garuda pada 2023.
Dalam kenangannya, Peri bercerita Manila kerap menyebut dirinya sebagai pemain “susah diatur”. Meski demikian, disiplin dan sikap kebapakan Manila justru membentuk karakter para pemain. Bahkan, setelah Peri pensiun dan Manila terjun ke dunia politik, komunikasi mereka tetap terjalin di beberapa kesempatan khusus.
“Pak Manila adalah sosok pemimpin sekaligus sahabat. Dia tentara yang disiplin, tetapi juga mampu jadi ayah bagi anak asuhnya. Kehilangan ini sangat berat,” kata Peri dalam sambungan telepon, Senin (18/8).
Meski komunikasi mereka tak selalu intens, Peri menyebut dirinya merasa terhormat sempat diundang dalam acara ulang tahun Manila dua bulan lalu. “Itu momen yang tak terlupakan, saya merasa bangga masih dianggap bagian keluarga,” ucapnya.
Kepergian Manila tidak hanya meninggalkan luka di hati para pemain lama, tapi juga menegaskan betapa besar pengaruhnya bagi sejarah sepak bola nasional. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)







