Meski komunikasi mereka tak selalu intens, Peri menyebut dirinya merasa terhormat sempat diundang dalam acara ulang tahun Manila dua bulan lalu. “Itu momen yang tak terlupakan, saya merasa bangga masih dianggap bagian keluarga,” ucapnya.
Kepergian Manila tidak hanya meninggalkan luka di hati para pemain lama, tapi juga menegaskan betapa besar pengaruhnya bagi sejarah sepak bola nasional. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







