Merah Putih dari Paringin untuk Negeri! Warga Balangan Borong Bendera dari Perantau Garut untuk Pelosok
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, PARINGIN – Menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia, jalanan Paringin mulai semarak dengan kibaran merah putih. Namun, di balik warna yang gagah itu, tersimpan kisah perjuangan seorang perantau asal Garut dan aksi dermawan warga Balangan yang ingin memastikan semangat kemerdekaan sampai ke pelosok desa.
Adalah Muhammad Irsyad (28), perantau dari Garut yang sejak sepekan terakhir membuka lapak bendera di Jalan A. Yani, Batu Piring, Paringin Selatan. Bermodal pengalaman bertahun-tahun berjualan musiman, ia rela menempuh perjalanan ribuan kilometer demi mengais rezeki di tanah Borneo.
“Awalnya kami berangkat bareng dari Garut. Sampai di Kalimantan, kami menyebar. Saya sendiri memilih Paringin,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).
Irsyad menjual bendera dengan beragam ukuran, dari Rp5 ribu untuk yang kecil, hingga Rp200 ribu untuk bendera besar berbahan tebal. Penjualan mulai ramai sejak awal Agustus. “Kalau lagi ramai, sehari bisa dapat ratusan ribu. Alhamdulillah, ini membantu kebutuhan keluarga di kampung,” tuturnya.
BACA JUGA:DITEMBAK DI KEPALA & WAJAH! Dua Anggota Brimob Gugur Ditembak KKB di Jalan Trans Nabire
Aksi Dermawan dari Balangan
Di tengah para pembeli, ada sosok Isti, warga Balangan sekaligus istri seorang ASN, yang tak sekadar berbelanja untuk rumahnya. Ia membeli bendera dalam jumlah besar dari pedagang keliling seperti Irsyad, untuk kemudian dibagikan ke kampung-kampung pelosok Balangan.
“Bendera-bendera ini akan saya bagikan ke pelosok. Saya ingin semangat merah putih juga dirasakan di desa,” ujarnya.
Isti menegaskan, perayaan kemerdekaan bukan hanya milik masyarakat perkotaan. Generasi muda di pedalaman juga berhak merasakan euforia HUT RI. “Bendera adalah simbol yang membangkitkan rasa nasionalisme. Harapannya semangat ini merata sampai ke pelosok,” tambahnya.
Bagi Irsyad, pembeli seperti Isti bukan hanya memberi keuntungan, tetapi juga memperluas makna dari bendera yang ia jual. “Senang rasanya kalau bendera saya sampai ke pelosok. Jadi bukan cuma jualan, tapi juga ikut menyebarkan semangat kemerdekaan,” ungkapnya.
Di tengah gegap gempita persiapan HUT RI, kisah sederhana ini menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan tumbuh dari mana saja—dari tangan penjual bendera yang menempuh perjalanan jauh, hingga warga yang membaginya agar merah putih berkibar di seluruh penjuru negeri.(Wartabanjar.com/alfi)
editor: nur muhammad