Sementara itu, Kepala BMKG Kelas I Kalimantan Selatan, Klaus Johannes Apoh Damanik, memberi peringatan keras.
“Setelah 13–14 Agustus, diprediksi tidak ada hujan. Kondisi ini berpotensi memicu kekeringan ekstrem, sehingga lahan lebih mudah terbakar,” jelasnya.
TNI dan Polri menegaskan dukungan penuh melalui patroli gabungan, sosialisasi larangan pembakaran lahan, dan penindakan hukum bagi pelanggar.
Langkah terpadu ini diharapkan mampu menekan potensi karhutla sekaligus melindungi kesehatan warga dari kabut asap yang kerap membayangi saat kemarau panjang.(Wartabanjar.com/Alfi)
editor: nur muhammad







