Pelatih Serbia Soroti Potensi Generasi Voli Putri Indonesia di Kejuaraan Dunia
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Kejuaraan Bola Voli Dunia U-21 Putri 2025 di Surabaya, Selasa (12/8), menjadi panggung penilaian positif bagi tim nasional Indonesia. Bukan hanya karena atmosfer meriah, tetapi lantaran komentar dari pelatih tim nasional Serbia yang menilai Indonesia memiliki generasi atlet menjanjikan.
Penyelenggaraan ajang internasional tersebut mempertemukan 24 tim dari berbagai negara, termasuk Indonesia yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri. Serbia, yang tampil di Grup A, berhasil memastikan tempat di babak 16 besar setelah mengalahkan Kanada 3-1 (25-22, 25-22, 19-25, 25-17), mengoleksi delapan poin dan duduk di posisi ketiga klasemen sementara, di bawah Argentina dan Vietnam. Indonesia sendiri masih berada di posisi keempat, unggul tipis dari Puerto Rico.
Pelatih tim nasional Serbia, Marijana Boricic, menyampaikan bahwa Indonesia saat ini memiliki beberapa pemain muda yang layak disebut sebagai “generasi emas” di masa depan. “Saya pernah bermain di level internasional, dan menurut saya ini salah satu generasi terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Karakter permainan cepat mereka adalah aset besar yang perlu terus dilatih,” ucap Boricic dalam wawancara dengan media, Selasa (12/8).
Ia juga mengungkapkan rasa kagumnya terhadap atmosfer penonton di Jawa Pos Arena. Menurutnya, dukungan penuh dari tribun sepanjang pertandingan menjadi salah satu daya tarik tersendiri dari penyelenggaraan di Indonesia.
Sementara itu, pihak penyelenggara menyebut kehadiran tim-tim besar seperti Serbia menjadi kesempatan emas bagi pemain muda Indonesia untuk belajar langsung dari juara dunia. “Pengalaman ini sangat berharga, bukan hanya bagi atlet, tetapi juga bagi pengembangan voli nasional secara keseluruhan,” terang salah satu panitia pelaksana.
Para pecinta voli tanah air berharap performa Indonesia di turnamen ini mampu menjadi pijakan untuk mencetak prestasi lebih tinggi di tingkat internasional. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar