UPDATE! Karhutla Mengancam HST, 22 Desa Masuk Zona Rawan, Panggang Marak Jadi Paling Parah

Mahang Baru (Sedang)

Panggang Marak (Tinggi)

Bangkal (Rendah)

Sungai Rangas (Rendah)

Kecamatan Labuan Amas Utara

Binjai Pirua (Sedang)

Balanti (Rendah)

Kecamatan Limpasu

Karatungan (Rendah)

Kecamatan Pandawan

Mahang Matang Landung (Rendah)

Kambat Utara (Rendah)

Rasau (Rendah)

Palajau (Rendah)

Penyebab Masih Misterius

Ketua Pelaksana BPBD HST, Akhmad Apandi, melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Fitriadinoor, mengakui penyebab pasti karhutla sering sulit ditentukan.

“Saat penanganan api di lokasi, kami tidak bisa langsung mengetahui apa sebabnya. Kemungkinan besar disebabkan oleh oknum yang membuka lahan. Faktor alam, kesengajaan atau tidak, kami tidak mengetahuinya,” ujarnya kepada wartabanjar.com, Senin (11/8/2025).

Fitriadinoor menambahkan, sebagian besar kebakaran meluas karena lahan dibakar lalu ditinggalkan tanpa pengawasan.

“Kalau luas terbakar lebih dari satu hektare, besar kemungkinan api merambat karena pembakaran tidak dijaga,” jelasnya.

Imbauan BPBD

BPBD HST meminta warga tidak membakar lahan, terutama di musim kemarau ini, karena kondisi cuaca kering membuat api mudah menyebar. Kewaspadaan dan kerja sama masyarakat dinilai kunci untuk mencegah bencana meluas.(Wartabanjar.com/Adew)

editor: nur muhammad