UPDATE! Karhutla Mengancam HST, 22 Desa Masuk Zona Rawan, Panggang Marak Jadi Paling Parah
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Data resmi BPBD HST tahun 2025 menunjukkan, ada 9 kecamatan dan 22 desa yang kini masuk kategori rawan kebakaran berdasarkan catatan kejadian selama 2022–2024.
Dari seluruh wilayah tersebut, Desa Panggang Marak di Kecamatan Labuan Amas Selatan menjadi “juara” dalam kerawanan. Sepanjang tiga tahun terakhir, desa ini mengalami 10 kejadian kebakaran dengan total 17,5 hektare lahan yang terbakar.
BACA JUGA:FENOMENA THE MIRICLE BABY di London: Pasangan Kulit Hitam Lahirkan Bayi Kulit Putih, Bikin Dunia Heboh
Peta Kerawanan Karhutla HST 2025
BPBD HST membagi tingkat kerawanan menjadi tinggi, sedang, dan rendah. Berikut daftar lengkapnya:
Kecamatan Barabai
Banua Jingah (Rendah)
Awang Besar (Rendah)
Benawa Tengah (Rendah)
Pajukungan (Sedang)
Ayuang (Rendah)
Kecamatan Batang Alai Selatan
Kapar (Rendah)
Kecamatan Batang Alai Utara
Haur Gading (Rendah)
Labuhanak (Sedang)
Telang (Rendah)
Kecamatan Hantakan
Tilahan (Rendah)
Kecamatan Haruyan
Pandanu (Rendah)
Kecamatan Labuan Amas Selatan
Mahang Baru (Sedang)
Panggang Marak (Tinggi)
Bangkal (Rendah)
Sungai Rangas (Rendah)
Kecamatan Labuan Amas Utara
Binjai Pirua (Sedang)
Balanti (Rendah)
Kecamatan Limpasu
Karatungan (Rendah)
Kecamatan Pandawan
Mahang Matang Landung (Rendah)
Kambat Utara (Rendah)
Rasau (Rendah)
Palajau (Rendah)
Penyebab Masih Misterius
Ketua Pelaksana BPBD HST, Akhmad Apandi, melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Fitriadinoor, mengakui penyebab pasti karhutla sering sulit ditentukan.
“Saat penanganan api di lokasi, kami tidak bisa langsung mengetahui apa sebabnya. Kemungkinan besar disebabkan oleh oknum yang membuka lahan. Faktor alam, kesengajaan atau tidak, kami tidak mengetahuinya,” ujarnya kepada wartabanjar.com, Senin (11/8/2025).
Fitriadinoor menambahkan, sebagian besar kebakaran meluas karena lahan dibakar lalu ditinggalkan tanpa pengawasan.
“Kalau luas terbakar lebih dari satu hektare, besar kemungkinan api merambat karena pembakaran tidak dijaga,” jelasnya.
Imbauan BPBD
BPBD HST meminta warga tidak membakar lahan, terutama di musim kemarau ini, karena kondisi cuaca kering membuat api mudah menyebar. Kewaspadaan dan kerja sama masyarakat dinilai kunci untuk mencegah bencana meluas.(Wartabanjar.com/Adew)
editor: nur muhammad