Jalan Ambrol di Kampung Hijau, PUPR Banjarmasin Siapkan Jalan Sementara
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Jalan sepanjang kawasan Kampung Hijau, RT 3, Kelurahan Sungai Bilu, Banjarmasin Timur, ambrol pada Rabu (6/8/2025) sore.
Akibatnya akses warga terputus, hingga memunculkan kekhawatiran terkait kondisi struktur jalan di sekitar lokasi.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Damayanti, mengungkapkan bahwa sebelumnya pihaknya hanya menganggarkan penanganan untuk segmen jalan sepanjang 68 meter.
Baca Juga
Kapolda Kalsel Tinjau Langsung Lokasi Kebakaran di Polres Banjarbaru, Perintahkan Kapolres Investigasi Internal
Namun, akibat kejadian runtuh tersebut, potensi kerusakan tampak lebih luas dari estimasi awal.
"Awalnya segmen yang kami tangani hanya sekitar 68 meter. Tapi melihat kondisi lapangan setelah kejadian, ternyata bagian jalan setelah segmen itu juga mulai miring," jelas Damayanti, Kamis (7/8/2025).
"Kemungkinan akan kami lanjutkan penanganannya hingga ke sana, menyesuaikan dengan kondisi anggaran di APBD murni," tambahnya.
Pihaknya juga menegaskan bahwa kejadian ini tidak sepenuhnya diakibatkan oleh aktivitas pekerjaan jalan.
Menurutnya, sebelum runtuh, struktur jalan memang sudah menunjukkan kemiringan yang mengkhawatirkan.
"Jalan memang sudah miring, ditambah lagi mungkin ada pengaruh gerusan air di bawah permukaan sungai kata Damayanti.
Aliran bawah itu biasanya lebih deras dan bisa mengikis bagian dasar tiang-tiang penyangga," sambungnya.
Terkait dugaan bahwa pemotongan pada bagian beton turut memicu keruntuhan, Damayanti membantah bahwa itu merusak struktur utama.
"Pemotongan hanya dilakukan pada bagian beton, tidak sampai ke struktur bawah seperti gelagar," ungkap Damayanti.
"Dan besi yang dipotong itu bukan bagian dari struktur asli jembatan yang berbahan kayu ulin," lanjutnya.
Untuk saat ini, Dinas PUPR Banjarmasin diminta oleh Wakil Wali Kota untuk segera melakukan penanganan darurat, khususnya bagi warga yang terdampak langsung.
"Ada dua rumah warga yang tidak memiliki akses akibat jalan runtuh. Kami diminta untuk segera membuat jalan sementara bagi mereka, serta menyediakan penerangan umum di lokasi jalan alternatif yang berada dekat area pemakaman," paparnya.
Sementara itu, total anggaran awal yang disiapkan untuk beberapa titik penanganan termasuk kawasan ini mencapai lebih dari Rp2 miliar.
Namun, Damayanti mengakui bahwa dengan adanya kejadian ini, anggaran bisa saja bertambah.
"Kondisi fisik di lapangan akan kami ukur ulang. Runtuhan sendiri hanya sekitar dua meter dari segmen proyek, tapi bagian setelahnya juga terlihat bergelombang," tutur Damayanti.
Besok tim teknis kami akan ukur ulang berapa total panjang yang harus ditangani," tutupnya. (Ramadan)
Editor Restu