WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Proyek pembangunan Jembatan Sei Ulin di Km 31 Jalan A. Yani kembali menuai sorotan. Warga sekitar dan pelaksana proyek dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IX Kalimantan Selatan menggelar diskusi terbuka, Rabu (6/8/2025) siang, guna membahas sejumlah dampak serius yang dirasakan masyarakat.
Dalam pertemuan itu, Ahmad Budiono, perwakilan warga, membeberkan tiga dampak besar yang kini dirasakan: teknis, ekonomi, dan sosial.
“Alhamdulillah dampak teknis sudah mulai ada solusi. Akses dari jalan utama ke rumah warga sempat terganggu, tapi kini tinggal pengawalan teknis di lapangan,” ungkap Budiono kepada media.
Namun yang menjadi perhatian utama adalah kerugian ekonomi, terutama bagi pelaku usaha kecil dan pedagang pasar di sekitar lokasi proyek.
BACA JUGA:KABAR GEMBIRA! Ahmad Dhani Gratiskan Lagu Dewa 19 untuk Diputar di Restoran, Bagini Caranya
“Kerugian bisa mencapai 50 persen. Pendapatan mereka turun drastis. Ini harus segera dicarikan solusi konkret. Kami akan adakan rapat lanjutan pada Selasa depan,” tambahnya.
Macet Parah di Jalan Kartika
Tak hanya rugi secara ekonomi, warga juga mengeluhkan kemacetan ekstrem di Jalan Kartika yang terjadi hampir sepanjang hari, bahkan di luar jam sibuk.







