Kenapa Joko Susilo Tinggalkan Claudia Scheunemann di Timnas Putri AFF 2025?
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Pelatih Joko Susilo ditunjuk sebagai coach interim Timnas Putri Indonesia untuk Piala AFF Wanita 2025 yang bakal digelar di Vietnam mulai 6–19 Agustus 2025.
Namun publik ramai bertanya-tanya, kenapa sosok muda fenomenal Claudia Scheunemann justru tidak terlihat masuk skuad padahal di AFF Wanita 2024 lalu, dia jadi sorotan utama. Artikel ini bakal membahas alasan di balik keputusan Joko secara faktual dan kekinian.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Joko adalah banyak pemain asing atau naturalisasi yang tidak bisa ikut karena AFF Wanita 2025 tidak masuk kalender FIFA.
Sehingga klub-klub luar negeri tak wajib melepas pemainnya, dan hampir semua pemain naturalisasi yang sebelumnya ikut kualifikasi Piala Asia tidak bisa ikut TC tim senior. Tentu ini berdampak pada komposisi tim, terutama diminimnya opsi pemain laga cepat seperti Claudia yang tengah memperkuat skuat junior atau berkarier di luar negeri.
Sejak ditunjuk, Joko fokus membangun tim dari pemain lokal yang bisa dikumpulkan dengan izin penuh dari klub masing-masing. Ia menejelaskan bahwa komposisi tim sebagian besar adalah pemain lokal plus satu atau dua alumni naturalisasi yang dipastikan klubnya memberi izin, seperti Estella Loupatty. Sisanya, semuanya adalah pemain domestik sejati yang dapat segera ikut TC tanpa hambatan.
Tambahan lagi, persiapan untuk AFF dimulai hanya beberapa hari menjelang turnamen karena TC baru mulai akhir Juli 2025. Joko sendiri menyatakan timnya baru mulai menerapkan materi taktikal dua–tiga hari terakhir dan kondisi fisik banyak pemain belum di puncak.
Dalam situasi seperti itu, pelatih lebih memilih pemain yang betul-betul fit dan tidak sedang berada di program yang mengikat di luar negeri, demi efisiensi latihan dan chemistry tim.
Singkatnya, keputusan Joko Susilo tidak memanggil Claudia tidaklah karena faktor kualitas atau drama tapi lebih karena kombinasi izinkan klub yang terbatas, atur waktu yang mepet, dan fokus pada komposisi lokal yang bisa segera digarap.
Walau fans kecewa, semua ini merupakan upaya realistis membangun tim terbaik dari kondisi yang ada demi target juara AFF 2025 dengan skuad yang bisa digerakkan penuh secara taktikal dan mental. (Aar)
Editor: Andi Akbar