Dinas PUPR Kalsel Percepat Lengkapi Fasilitas Stadion 17 Mei

“Kami optimistis pengerjaannya bisa rampung tepat waktu. Karena ini bukan pekerjaan struktur berat, jadi masih bisa dipercepat. Namun kami tetap perlu sinergi dengan manajemen Barito Putera dan Dispora,” ujar Ryan.

Stadion 17 Mei juga tengah menjalani tahap asesmen oleh tim pusat. Audit lanjutan dari penyelenggara Liga 2 dijadwalkan pada pekan pertama Agustus, untuk memastikan kelayakan venue. Jika tak segera dipenuhi, ada kekhawatiran Barito Putera harus mencari alternatif stadion lain.

Sebelumnya, opsi menggelar pertandingan pada siang atau sore hari sempat dipertimbangkan karena keterbatasan pencahayaan.

Namun, karena VAR kini menjadi syarat penting di Liga 2, maka lampu harus tersedia untuk mendukung pelaksanaan laga malam hari.

“Awalnya direncanakan tanpa lampu karena bermain sore. Tapi karena ada keharusan VAR, maka lampu menjadi kebutuhan utama. Kami sudah ajukan anggaran,” jelas Ryan.

Setelah terdegradasi dari Liga 1 musim lalu, Barito Putera tengah berbenah untuk bisa kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Kepastian homebase menjadi salah satu elemen penting dalam strategi kebangkitan klub. Bermain di rumah sendiri memberi keunggulan psikologis, terutama bagi tim yang ingin kembali bersaing di papan atas.

Selain itu, keberadaan stadion yang layak juga menjadi bukti keseriusan daerah dalam membangun industri olahraga.

Peningkatan fasilitas ini tidak hanya untuk kepentingan Barito Putera, tapi juga membuka peluang bagi Kalimantan Selatan menjadi tuan rumah ajang olahraga profesional lainnya seperti Liga Elit Pro.

“Kami mendukung penuh keberlangsungan Barito Putera di Liga 2. Dan ke depan, Stadion 17 Mei juga disiapkan untuk even-even profesional lainnya,” tutupnya. (Mc Kalsel)

Editor Restu