WARTABANJAR.COM – Kebrutalan militer Israel kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini, pasukan IDF (Israel Defense Forces) menembaki kerumunan warga Gaza yang tengah mengantre bantuan kemanusiaan. Tragedi kemanusiaan itu merenggut setidaknya 30 nyawa dan melukai lebih dari 300 orang lainnya, Kamis (31/7/2025).
Dilansir dari AFP, serangan terjadi di wilayah utara Kota Gaza, tepatnya sekitar tiga kilometer dari titik penyeberangan bantuan di Zikim. Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmud Bassal, menyebut insiden itu sebagai “serangan langsung terhadap warga sipil yang kelaparan.”
“Sedikitnya 30 orang syahid terbunuh dan 300 lainnya terluka. Mereka hanya ingin mendapatkan bantuan makanan,” ungkap Mahmud Bassal dengan nada getir.
BACA JUGA:KEAJAIBAN MEDIS: Munira Abdulla Bangkit dari Koma Selama 27 Tahun! Sudah Bisa Baca Al-Quran
Rumah Sakit Penuh dengan Jenazah
Direktur Rumah Sakit Al-Shifa, dr. Mohammed Abu Salmiya, mengonfirmasi bahwa 35 jenazah telah diterima pasca-insiden. Kondisi korban sebagian besar penuh luka tembak, bahkan ada yang sulit dikenali.
“Kami kewalahan… Ini bukan pertama kalinya,” ujar dr. Salmiya.
Israel Membantah
Pihak militer Israel mengklaim mereka hanya melepaskan tembakan peringatan, dan menolak bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa. Menurut IDF, tembakan tersebut dilakukan karena pasukan merasa terancam oleh kerumunan.







