”Semua sudah berhasil kami padamkan,” ujarnya, saat dikonfirmasi.
Gusti Yanuar juga menegaskan pihaknya terus meningkatkan langkah pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
”Dari 13 Kabupaten atau Kota yang ada, baru satu kota yang menaikkan status siaga bencana, yaitu Kota Banjarbaru,” bebernya.
Terlebih, Gusti Yanuar menyebut fokus pencegahan diarahkan ke area strategis, terutama kawasan di sekitar bandara, serta melalui penyebaran informasi lewat media, pemasangan spanduk peringatan, patroli pengawasan, dan kerja sama lintas instansi.
”Kami juga mendorong BPBD di tingkat kabupaten dan kota untuk lebih aktif melalui surat edaran kesiapsiagaan,” tambahnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menggelar rapat koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, para kepala daerah se-Kalsel, Forkopimda, dan juga BMKG.
”Guna melakukan identifikasi awal terhadap potensi penyebab karhutla dan menyusun strategi pencegahan yang lebih terintegrasi,” pungkas Gusti Yanuar. (IKhsan)
Editor Restu







