Banjarbaru Bergerak! 101 Rumah Warga Akan Direhab di 2025, Fokus di Daerah Paling Rentan
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru serius menangani masalah perumahan warganya. Melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), Pemko Banjarbaru menargetkan perbaikan 101 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di tahun 2025.
Program ini akan menyasar tiga kecamatan dengan tingkat kerawanan hunian tinggi, yakni Cempaka, Landasan Ulin, dan Liang Anggang. Kawasan-kawasan ini dikenal sebagai wilayah ujung kota yang banyak memiliki permukiman padat dan kurang layak.
“Biasanya rumah-rumah tidak layak itu ditemukan di daerah pinggiran. Ini sejalan dengan kondisi ekonomi masyarakat di sana,” ujar Kepala Disperkim Banjarbaru, Abdussamad, saat ditemui Kamis (31/7/2025) siang.
BACA JUGA:Tangis & Amarah Pecah dalam Sidang Mutilasi di Serang: Keluarga Korban Ngamuk Kejar Tersangka!
Stimulan Rp25 Juta per Rumah
Setiap rumah penerima program akan mendapatkan bantuan dana stimulan sebesar Rp25 juta, yang tujuannya menambah dana swadaya masyarakat dalam membangun atau memperbaiki rumah mereka.
“Pekerjaannya diswakelola langsung oleh warga. Berdasarkan pengalaman kami sebelumnya, pembangunan biasanya selesai dalam waktu 1 sampai 2 bulan,” jelas Samad.
Yang menarik, jumlah penerima bantuan masih bisa bertambah. Selain melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, Samad menyebut beberapa pihak swasta tertarik berpartisipasi melalui program CSR (Corporate Social Responsibility).
“Masih ada potensi tambahan bantuan dari pihak lain. Beberapa yang kita usulkan ke perusahaan-perusahaan juga sudah menunjukkan ketertarikan,” ujarnya optimistis.
Banjarbaru Bebas Rumah Kumuh
Program ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan Pemko Banjarbaru untuk mewujudkan kawasan permukiman yang layak, aman, dan sehat bagi seluruh warganya. Fokusnya tidak hanya pada jumlah rumah, tetapi juga kualitas hidup dan kelayakan lingkungan.
Dengan pelibatan masyarakat secara langsung melalui sistem swakelola, Pemkot berharap kesadaran dan rasa kepemilikan warga terhadap tempat tinggalnya ikut tumbuh.(Wartabanjar.com/Ikhsan)
editor: nur muhammad