WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni mengajak semua pihak untuk tetap waspada terutama awal Agustus dan September karena rendahnya curah hujan. "Sepuluh hari pertama Agustus waspada, curah hujan rendah, tingkat kekeringan dan potensi kebakaran tinggi. Agustus dan September saatnya semua pihak bekerja keras mencegah karhutla," ucap Raja Juli. Ia menyebutkan Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan yang termasuk dalam enam provinsi prioritas rawan karhutla. Baca Juga WASPADA! 10 Kawasan Indonesia ini Berpotensi Terkena Tsunami Gempa Rusia Tiga provinsi lain yang beberapa pekan terakhir mengalami kenaikan titik hotspot, yakni Kalimantan Timur, Sumatera Barat dan Sumatera Utara juga melaporkan situasi telah terkendali. Raja Juli menyampaikan keberhasilan pengendalian karhutla di Indonesia merupakan hasil dari kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam membangun semangat kebersaman. Selain itu penegakan hukum yang tidak pandang bulu menindak para pelaku pembakaran baik level korporasi maupun perorangan juga menjadi penting. "Di Riau terdapat 43 kasus dan 51 tersangka pembakaran lahan yang sedang diproses. Semoga ini menjadi berita buruk bagi mereka yang berniat melakukan pembakaran, sehingga ini menjadi efek jera, tidak hanya di Riau Hal senada juga disampaikan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati yang menyebut wilayah Sumatera bagian selatan masih berada pada periode puncak musim kemarau hingga Agustus mendatang. Dwikorita juga memperingatkan kepada para kepala daerah untuk mewaspadai potensi karhutla, hingga 10 hari pertama bulan Agustus. Pada periode tersebut potensi karhutla meningkat tajam dikarenakan curah hujan rendah dan secara alamiah lahan akan sangat mudah terbakar. Dwikorita mengimbau untuk memperketat patroli darat dan udara serta penyiraman air dari udara melalui OMC jika diperlukan.(humas) Editor Restu