“Kita dukung driver-nya! Jangan mau ditindas! 🔥”
“Republik Darurat Ormas.”
“Gak lulus akademi, gak keterima kerja, jalan ninjanya masuk ormas.”
“’EEEE SANTAII!’—komentar terbaik sejagat 😂”
“Tangkap dan viralkan! Jangan biarkan pelabuhan jadi sarang premanisme!”
“Mereka harus jelas fungsinya. Ormas bukan alat pungli!”
Aksi seperti ini memperkuat kekhawatiran publik akan maraknya premanisme terselubung di kawasan strategis seperti pelabuhan, yang kerap menjadi pintu masuk aksi-aksi sewenang-wenang terhadap masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari pihak ormas yang terlibat maupun aparat penegak hukum di wilayah Kumai. Warga berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.(Wartabanjar.com/tanahbumbuinfo/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







