WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Kampung Hijau Sungai Bilu terus bertransformasi menuju destinasi wisata edukatif dan berwawasan lingkungan kelas dunia. Kini, kawasan di bantaran Sungai Martapura itu bersiap menyambut turis mancanegara dengan program pelatihan bahasa Inggris bagi warga lokal. Program bertajuk Greenlish Tourism ini digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (BEM FKIK ULM) sebagai bagian dari Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Ketua Umum BEM FKIK ULM, Muhammad Al-Ghifari Rasadi, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari hasil dialog dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Sungai Bilu, yang mengaku kesulitan dalam berkomunikasi dengan wisatawan asing yang kerap berkunjung. "Banyak turis asing yang datang, tapi warga belum siap menyambut atau menjelaskan potensi kampungnya," ujar Ghifari, Sabtu (26/7/2025). "Maka kami hadir untuk membantu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris warga, sekaligus memperkuat promosi kampung wisata ini," tambahnya. Workshop Bahasa Inggris & Media Sosial untuk Warga dan UMKM BACA JUGA:TMMD ke-125: TNI & Warga Kuin Kecil Kompak Buka Jalan Baru BEM FKIK ULM menggandeng Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris untuk merancang dua pelatihan utama: Bahasa Inggris dasar untuk warga Pemanfaatan media sosial untuk promosi wisata dan UMKM lokal "Insya Allah kami juga akan melibatkan figur lokal seperti Nanang Galuh untuk mendukung promosi visual Kampung Sungai Bilu,” ungkap Ghifari. Respons dari masyarakat pun sangat positif. Tercatat lebih dari 25 warga dan 10 pelaku UMKM telah menyatakan kesediaan untuk bergabung dalam pelatihan. Perbaikan Fasilitas Demi Wujudkan Kampung Wisata Ramah Turis Ketua Pelaksana PPK Ormawa, Lukman Hakim, menuturkan bahwa pihaknya juga akan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin untuk memperbaiki sejumlah fasilitas umum di Kampung Hijau, seperti tempat sampah, dermaga, hingga area taman. "Kondisi beberapa tanaman dan fasilitas dermaga cukup memprihatinkan. Kami akan coba perbarui agar identitas Kampung Hijau kembali hidup dan menarik minat wisatawan,” jelas Lukman. Namun demikian, ia mengakui sejumlah kendala masih dihadapi, seperti akses lokasi yang sulit serta keterbatasan jumlah pemuda yang bisa aktif terlibat dalam kegiatan. “Tantangannya memang ada. Banyak pemuda masih sekolah, tapi kami bersyukur UMKM siap diajak bergerak bersama,” pungkasnya. Dengan semangat kolaborasi, edukasi, dan lingkungan, Kampung Hijau Sungai Bilu perlahan namun pasti menapaki langkah menjadi ikon wisata internasional dari Banjarmasin.(Wartabanjar.com/Ramadan) editor: nur muhammad