Terkuak! Rahasia Desa Kayu Abang Jadi Percontohan Hidup Bersih di Kalsel

WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Desa Kayu Abang, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan masyarakat sehat.

Tak sekadar berpartisipasi, mereka menyambut antusias penilaian Lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang digelar kemarin, Rabu, 23 Juli 2025.

Suasana gotong royong terasa kental di seluruh elemen masyarakat dan aparat Desa Kayu Abang saat menyambut tim penilai.

Kepala Desa Kayu Abang, Arsanni menyampaikan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan.

“Kami sangat berterima kasih karena telah diberi kepercayaan untuk mewakili Kabupaten Tanah Laut pada Lomba Desa PHBS Tingkat Provinsi,” ungkap Arsani penuh harap. Ia juga menegaskan tekad desanya untuk meraih hasil terbaik.

“Berharap mendapat nilai terbaik, insyaallah kalau Desa Kayu Abang menjadi juara di tingkat provinsi, siap untuk mewakili Provinsi Kalimantan Selatan untuk maju ke tingkat selanjutnya,” tambahnya dengan semangat.
Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Laut, yang diwakili oleh Ketua Pokja IV, Hj. Siti Zuraida, turut menyampaikan sambutannya.

Ia menjelaskan bahwa hasil evaluasi kegiatan PHBS di Desa Kayu Abang, yang dilaksanakan bersama sektor terkait seperti TP PKK Desa Kayu Abang dan Puskesmas Tambang Ulang, menunjukkan capaian PHBS pada tahun 2025 sebesar 93,0%. Angka ini telah melampaui target tahun 2025 sebesar 65%.

Rumah tangga ber-PHBS dapat tercapai, dan pelaksanaan PHBS juga dipermudah dengan adanya inovasi dari kader PHBS.
Inovasi Unggulan yang Memukau Juri
Desa Kayu Abang memang tak kehabisan akal dalam berinovasi.

Mereka menonjolkan dua inovasi unggulan yang telah mengantar mereka ke tingkat provinsi: MAS BASO (Masyarakat Bebas Asap Rokok) dan JURAGAN KAMBANG (Jumat Olahraganya Kayu Abang).

Namun, bukan hanya itu, berbagai kreasi lain juga berhasil memukau tim penilai, seperti Mahabang (makan naget haruan kayu abang), Wangi (wadai singkong pelangi), Sari Kayu Abang (wedang serei, jahe dan limau kayu abang), serta Sapa Sayang (selimut pelindung ASI kayu abang).

Tak ketinggalan, Bank Sampah Kayu Abang juga berhasil mengolah sampah menjadi produk bernilai seperti eco enzym, composter, dan bunga hias yang cantik.