SDN 1 Mandingin HST Kekurangan Murid, Hanya Ada 1 Pendaftar Tahun ini

“Datanya tetap di SDN 1 Mandingin, tetapi saat MPLS kami gabungkan dengan SDN 2 Mandingin. Jadi total ada 19 murid. Kami juga diskusi dengan orang tua murid agar anaknya tidak merasa kesepian,” tambahnya.

Menurut Ariswan, jika ke depan ada rencana penggabungan dua sekolah tersebut oleh Dinas Pendidikan, ia menyatakan sangat setuju.

Terlebih kondisi SDN 1 Mandingin juga mengalami kekurangan guru.

“Guru PNS dan PKKK kami hanya tiga orang. Bahkan kemarin kami libatkan penjaga sekolah untuk membantu mengajar kelas 4, karena beliau kebetulan bisa mengajar. Untuk sisanya guru honorer, guru honorer kami pun belum masuk kategori honor daerah atau sekolah, tetapi alhamdulillah sebagian sudah besertifikasi,” jelasnya.

Untuk pembelajaran sehari-hari, kelas 1 pun akhirnya digabung dengan kelas 2 agar siswa tidak merasa sendiri.

“Kurikulumnya tetap sesuai tingkatan, tapi ruangannya digabung. Anak-anak kalau sendirian bisa cepat bosan,” tambahnya.

Faktor geografis juga disebut sebagai salah satu kendala.

SDN 1 Mandingin berada di pinggir jalan poros dengan lalu lintas kendaraan cukup tinggi, sehingga banyak orang tua khawatir menyekolahkan anaknya di sana.

“Letaknya di jalan poros. Kendaraan lewat cepat, sekolah kami jadi tidak terlihat. Saya sudah rencanakan untuk menyurati Dinas Perhubungan agar dibuatkan zona aman sekolah,” ujarnya.

Meski tahun ini sepi pendaftar, Ariswan optimistis tahun depan akan ada peningkatan, apalagi TK Mandingin di belakang sekolahnya kini memiliki sekitar 20 murid.