WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat kini mulai memasuki tahap pelaksanaan awal di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Selatan (Kalsel).
Satuan Tugas (Satgas) Rekrutmen Sekolah Rakyat Kalsel, Lutfi A Rachman, mengatakan program ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah.
Pemerintah daerah menyiapkan lahan, sementara pembangunan fisik sekolah dilakukan oleh Kementerian PUPR.
Operasional sekolah, termasuk pengadaan guru, kepala sekolah, serta pembiayaan siswa, akan ditanggung oleh APBN.
”Ini adalah program rintisan yang masih dalam tahap evaluasi dan pengembangan, tetapi prinsip dasarnya adalah menciptakan sekolah yang berbeda, yang mampu mencetak generasi muda dengan karakter kuat dan mindset positif,” ujar Lutfi, saat dikonfirmasi, Kamis (24/7/2025) siang.
Berbeda dengan sekolah umum yang menggunakan Kurikulum Merdeka, Sekolah Rakyat menerapkan kurikulum khusus yang mengintegrasikan pelajaran kepemimpinan serta sistem Learning Management System (LMS) berbasis digital.
Para murid akan menggunakan perangkat teknologi seperti laptop atau komputer dalam kegiatan belajar mereka.
”Saat ini kami masih dalam tahap Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), yang berlangsung selama dua bulan. Fokusnya bukan hanya pengenalan lingkungan, tapi juga pembelajaran teknologi dasar dan pembentukan karakter,” jelas Lutfi lagi.







