WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Sepanjang Januari hingga Juni 2025, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menghantam dunia kerja Indonesia. Berdasarkan data resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang dirilis di laman Satudata Kemnaker, tercatat sebanyak 42.385 pekerja mengalami PHK di seluruh Indonesia. Jumlah ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 32,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Januari–Juni 2024) yang mencatat 32.064 kasus PHK. Jateng, Jabar, dan Banten Paling Banyak PHK Tiga provinsi dengan kasus PHK terbanyak selama semester I 2025 adalah: Jawa Tengah – 10.995 pekerja Jawa Barat – 9.494 pekerja Banten – 4.267 pekerja Peningkatan ini dipicu oleh penutupan beberapa industri besar, terutama di sektor tekstil, seperti yang terjadi pada PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). BACA JUGA:WASPADA Cuaca Berubah Cepat di Kalsel! Hujan Petir Siap Mengguyur Sejumlah Wilayah Rabu 23 Juli 2025 Meski demikian, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemenaker, Anwar Sanusi, mencatat bahwa tren PHK mulai melandai saat memasuki bulan Juni 2025. “Di bulan Juni ini data PHK sedikit menurun. Tapi secara umum, tren tahun 2025 memang lebih tinggi dari 2024,” jelas Anwar. Tiga Sektor Penyumbang PHK Tertinggi: Industri pengolahan Perdagangan besar dan eceran Pertambangan dan penggalian Kalsel Urutan 10 Nasional PHK 2025 Provinsi Kalimantan Selatan juga terdampak. Hingga Juli 2025, tercatat 1.008 pekerja di Kalsel kehilangan pekerjaan, menempatkannya di peringkat ke-10 nasional. Data ini merupakan akumulasi sejak Januari hingga akhir Juni 2025, dan diperbarui per Juli 2025 oleh Katadata dan Kemnaker. Meskipun tidak tersedia data spesifik bulanan untuk Juli saja, tren semesteran ini memberikan gambaran bahwa PHK masih menjadi tantangan serius, bahkan di daerah yang jauh dari pusat industri besar seperti Kalsel. Catatan Wartabanjar: Data bulanan spesifik PHK per provinsi belum tersedia secara terbuka. Update lebih lanjut akan disampaikan pasca rilis triwulan III dari Kemnaker.(Wartabanjar.com/kompas/satudata.kemnaker.go.id/Databoks/berbagai sumber) editor: nur muhammad