Bank Kalsel Laporkan Kinerja di Kuartal II 2025: Laba Konsolidasi dan Aset Tetap Tumbuh Stabil di Tengah Tantangan Global & Nasional
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Pada Rabu (23/7/2025), Bank Kalsel melaporkan kinerjanya di sepanjang kuartal II 2025.
Di tengah dinamika ekonomi global dan nasional, termasuk penyesuaian suku bunga acuan, ekonomi nasional yang lesu, perlambatan pertumbuhan kredit perbankan nasional, serta meningkatnya kehati-hatian dalam penyaluran kredit, Bank
Kalsel tetap menunjukkan kinerja yang stabil dan terkendali sepanjang Kuartal II 2025 ini.
Hal tersebut terbukti ketika Bank Kalsel sukses membukukan laba konsolidasi
sebesar Rp261,55 miliar dan tumbuh 15,36% secara tahunan.
Per Juni 2025, Bank Kalsel juga mencatatkan pertumbuhan aset sebesar Rp29,26 triliun, meningkat 17,87% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY).
Ditopang Dana Pihak Ketiga (DPK)
Peningkatan aset tersebut, menurut Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin dalam siaran pers-nya, turut ditopang oleh tumbuhnya Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp22,05 triliun, tumbuh 18,04% YoY, menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap layanan perbankan Bank Kalsel, di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Kinerja positif pada Kuartal II ini menjadi bagian dari upaya Bank Kalsel dalam menjaga keberlanjutan bisnis secara hati-hati dan bertanggung jawab.
BACA JUGA: Israel Boikot Film Superman Setelah Aktornya Nyatakan Dukung Palestina dan Ceritanya Sindir Genosida di Gaza
“Kami bersyukur dapat melalui paruh pertama tahun ini dengan tetap menjaga
kestabilan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Di tengah tantangan eksternal dan perlambatan beberapa sektor, fokus kami tetap pada penguatan fundamental yakni kredit yang berkualitas, efisiensi operasional, dan peningkatan kualitas layanan,” ungkapnya.
Sementara itu, dari sisi pembiayaan, total penyaluran kredit dan pembiayaan tercatat
sebesar Rp14,32 triliun, atau mengalami penurunan tipis sebesar 0,49% secara tahunan.
Kinerja ini dipengaruhi oleh penyesuaian internal dalam menjaga kualitas portofolio, seiring dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam menghadapi dinamika ekonomi dan potensi risiko pembiayaan di beberapa sektor.
Rasio-rasio keuangan utama Bank Kalsel tetap berada dalam batas sehat dan terkendali,
di antaranya:
• ROA: 1,85%
• NIM: 5,30%
• BOPO: 80,34%
• NPL (gross): 3,56%
• LDR: 64,97%
• Fee Based Income: 22,50%
• CASA (Current Account Saving Account): 66,72%
Kinerja ini menunjukkan bahwa Bank Kalsel tetap mampu menjaga kinerjanya di tengah
kondisi yang menantang.
“Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan semata, tetapi juga menjaga
keseimbangan antara risiko dan peluang. Kuartal III ke depan, kami akan terus memperkuat fungsi intermediasi, mendorong inovasi layanan, serta memperluas dukungan pembiayaan khususnya bagi sektor-sektor produktif di daerah,” pungkasnya. (rls)
Editor: Yayu