WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Kondisi bangunan SDN Sungai Jingah 4, Banjarmasin, kian mengkhawatirkan. Plafon yang rapuh hingga tiang-tiang kelas yang patah dimakan rayap menjadikan sebagian ruang belajar tak lagi layak pakai. Dari total 12 ruang kelas yang tersedia, empat di antaranya sudah tidak bisa digunakan. Tiga ruang berada di lantai dua dan satu lainnya di lantai dasar. Akibat kekurangan ruang belajar ini, sistem pembelajaran terpaksa dibagi shift. Bahkan, beberapa siswa harus belajar di lapangan sekolah. Baca Juga BREAKING NEWS – Api Lahap Bangunan di Belitung Darat Banjarmasin, Warung Bakso Nyaris Terbakar! “Sudah enam bulan ini kelas 5A, 5B, 6A dan 4A tidak digunakan karena kondisinya rusak berat. Sebagian siswa terpaksa meminjam ruang lain, sisanya belajar bergantian. Ada juga yang belajar di luar ruangan,” ungkap Kepala SDN Sungai Jingah 4, Muhammad Syukrie, Selasa (22/7/2025). Menurut Syukrie, pihak sekolah sudah berkali-kali mengajukan permohonan perbaikan ke Dinas Pendidikan, sejak masa kepemimpinan Kadisdik sebelumnya, namun belum ada tindak lanjut yang signifikan. “Sudah pernah ada dua kali kunjungan dari dinas, katanya mau diperbaiki di anggaran perubahan. Tapi sampai sekarang belum jelas kapan direalisasikan,” katanya. Kondisi kerusakan bangunan ini diketahui setelah plafon dibongkar dan ditemukan adanya serangan rayap di struktur penyangga kelas. Syukrie menyebut, pihak sekolah sempat berinisiatif memperbaiki menggunakan dana sendiri, namun terpaksa dihentikan karena keterbatasan anggaran. “Kami sempat gaji tukang dan beli bahan sendiri, tapi karena dananya habis, kami terpaksa stop,” ujarnya. Meski dalam kondisi darurat, SDN Sungai Jingah 4 tetap diminati masyarakat. Saat ini, tercatat ada 306 siswa yang aktif bersekolah. Letaknya yang strategis, dekat dengan poskesdes dan taman satwa Jahri Saleh, menjadikan sekolah ini pilihan utama warga sekitar. “Alhamdulillah peminatnya tetap tinggi, bahkan terus meningkat. Meski kondisi bangunan rusak, masyarakat tetap percaya menitipkan anak-anaknya di sini,” tuturnya. Syukrie bersyukur sejauh ini belum terjadi korban akibat kerusakan bangunan. Namun ia mengaku selalu mewanti-wanti siswa dan guru untuk berhati-hati. “Biasanya plafon jatuh sore hari, bukan saat jam belajar. Tapi kami tetap kosongkan ruang-ruang yang berisiko,” pungkasnya. Dengan kondisi ini, ia berharap perbaikan segera dilakukan agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal dan aman. (Ramadan) Editor Restu