“Tanah Laut ini kaya. Ada sawit, ada pariwisata, ada pertanian, peternakan, dan UMKM. Kami tinggal menyesuaikan arah bisnis koperasi agar tepat sasaran,” jelasnya.
Dana Belum Jelas
Namun, di balik semangat besar ini, masih ada satu kekosongan besar: strategi usaha dan skema pendanaan.
“Kami masih menunggu arahan resmi dari pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat. Terutama soal pendanaan operasional koperasi,” ungkap Sutaji.
Keresahan ini wajar, mengingat koperasi bukan hanya soal legalitas, tetapi juga modal awal, pelatihan manajemen, dan akses pembiayaan untuk bisa benar-benar bergerak di lapangan.
Dukungan Pusat Diharap Segera Turun
Sebelumnya, Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto telah berkomitmen memberi pelatihan dan bimbingan teknis bagi pengurus koperasi. Namun hingga kini, belum ada rincian skema dana yang diumumkan secara resmi.
Kini, harapan masyarakat dan pengurus koperasi tertuju pada pemerintah pusat, khususnya Presiden RI, yang kabarnya akan segera mengumumkan kerangka pembiayaan koperasi Merah Putih secara nasional.
135 koperasi di Tanah Laut kini sudah siap secara hukum, siap secara niat, dan siap bergerak. Yang dibutuhkan tinggal satu: dukungan konkret dari pemerintah. Sebab jika terlalu lama dibiarkan, semangat yang menyala bisa perlahan padam.
“Kami sudah siap bergerak. Tinggal nunggu ‘bensin’ dari pusat,” pungkas Sutaji dengan nada berharap.(Wartabanjar.com/Gazali)
editor: nur muhammad







