Kades Ambawang Desak Percepatan Koperasi Merah Putih demi Tahan Sarjana Muda Tetap di Desa
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Suasana Aula Sarantang Saruntung, Senin (21/7/2025), mendadak penuh energi ketika Kepala Desa Ambawang, Hayatul Musryida, menyampaikan desakan tegas kepada Pemkab Tanah Laut untuk mempercepat implementasi Koperasi Merah Putih.
Di tengah peluncuran nasional program tersebut yang diikuti secara virtual, Hayatul tampil mencuri perhatian publik dan tamu undangan dengan pernyataannya yang lantang dan penuh keyakinan.
“Semakin cepat, semakin baik!” serunya yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.
Kunci Menahan Urbanisasi Sarjana Muda
Bagi Hayatul, koperasi bukan sekadar formalitas. Ini adalah alat strategis untuk menahan eksodus sarjana muda dari desa ke kota. Ia menyoroti pentingnya menciptakan lapangan kerja langsung di tingkat desa agar generasi muda tetap tinggal dan membangun wilayah asal mereka.
“Saya pribadi ingin mencegah sarjana-sarjana, khususnya fresh graduate, keluar dari desa. Mereka adalah aset desa, harus kita ajak membangun bersama,” ungkapnya penuh semangat.
Desa Ambawang, menurut Hayatul, memiliki sumber daya alam yang sangat menjanjikan. Dari karet, sawit, hingga sektor pertambangan dan hortikultura, semuanya siap dikelola secara kolektif lewat koperasi yang kuat dan profesional.
BACA JUGA:MENYESAL Jadi Tentara Bayaran Rusia, Mantan Marinir TNI Minta Pulang dengan Prabowo: “Mohon Bantu Saya”
“Insyaallah semua potensi akan kita akomodasi dan kolaborasikan lewat Koperasi Merah Putih,” ujarnya optimis.
Kepemimpinan Bupati Jadi Kunci Harapan
Tak lupa, Hayatul menyatakan kepercayaan penuhnya terhadap kepemimpinan Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, yang menurutnya mampu membawa koperasi ini ke arah yang benar dan berdampak langsung pada masyarakat.
“Kami sangat yakin di bawah kepemimpinan Bupati, semuanya akan baik-baik saja. Kami sudah siap eksekusi!” katanya penuh percaya diri.
Dalam visi besarnya, Hayatul menggambarkan Koperasi Merah Putih sebagai kendaraan transformasi menuju desa cerdas, di mana teknologi, ekonomi, dan potensi lokal bersinergi menciptakan desa yang mandiri, modern, dan berdaya saing.
Desakan dari Kepala Desa Ambawang menjadi simbol semangat dan kesiapan desa dalam menyambut program strategis nasional. Ini bukan lagi soal menunggu birokrasi berjalan, tetapi gerakan dari akar rumput yang mendorong perubahan nyata.
“Kami para kepala desa ini punya jiwa-jiwa petarung. Kalau sudah mantap, segera saja Pak! Kami sudah tidak sabar untuk mengeksekusi,” tutupnya dengan nada tegas namun penuh harapan.
Program Koperasi Merah Putih bukan sekadar proyek, tapi gerakan ekonomi rakyat dari desa, oleh desa, untuk Indonesia. Dan suara dari Desa Ambawang hari ini mengingatkan kita, bahwa masa depan negeri ini bisa dimulai dari desa.(Wartabanjar.com/Gazali)
editor: nur muhammad