Koperasi Merah Putih Tanah Laut Resmi Berdiri: Potensi Lokal Siap Digerakkan, Tapi Dananya?

WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Senin, 21 Juli 2025, menjadi tonggak sejarah baru bagi masa depan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Tanah Laut. Dalam momentum Hari Koperasi Nasional ke-78, sebanyak 135 Koperasi Merah Putih dari desa dan kelurahan resmi mengantongi akta pendirian. Namun di balik semangat yang membara, satu pertanyaan besar masih menggantung: Dari mana dan kapan dana operasional akan turun?

Akta Legalitas di Tangan

Acara yang berlangsung di Aula Sarantang Saruntung itu terasa istimewa. Wakil Bupati Tanah Laut, HM. Zazuli, secara simbolis menyerahkan akta notaris pendirian kepada lima perwakilan koperasi dari 135 unit yang terbentuk. Mereka adalah:

Sutaji (Kelurahan Karang Taruna)

Subarno (Kelurahan Pabahanan)

Darno (Desa Pemuda)

Widodo (Desa Sumber Mulia)

Saban (Desa Bumi Jaya)

Penyerahan akta ini bukan sekadar seremoni, tetapi bukti nyata bahwa gerakan koperasi kini semakin terstruktur dan siap berlari.

“Tujuan kami sederhana namun mulia: kesejahteraan anggota berbasis asas kekeluargaan dan gotong royong, yang nantinya bisa meluas ke masyarakat luas,” tutur Sutaji penuh optimisme.

BACA JUGA:Kades Ambawang Desak Percepatan Koperasi Merah Putih demi Tahan Sarjana Muda Tetap di Desa

Sutaji juga menegaskan bahwa koperasi akan bergerak sesuai dengan potensi unggulan tiap daerah. Di wilayah perkebunan sawit, koperasi akan menggandeng perusahaan besar. Di kawasan wisata, koperasi bisa mendorong pengembangan ekowisata desa.