WARTABANJAR.COM, TABALONG - Viral aksi tetangga julid Desa Talaga Itar, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong direspons Polres Tabalong. Melalui akun tiktok Humas Polres Tabalong menjelaskan terkait adanya video yang menandai akun medsos tiktok Humas Polres Tabalong. Juga banyaknya komentar terkait unggahan video yang didalamnya terdapat aksi kurang baik dari tetangga. Baca Juga Rumah Truk dan Sepeda Motor Hangus Terbakar di Jalan Trans Kalimantan Kejadian tersebut melibatkan dua tetangga bersebelahan rumah yang diduga terjadi di Desa Telaga Itar kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong. Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla. melalui Kasi Humas Polres Tabalong IPTU Joko Sutrisno menjelaskan bahwa kejadian tersebut sudah beberapa kali dilakukan mediasi dengan melibatkan Aparat desa setempat dan Polsek Kelua. Namun.nampaknya tidak memberikan efek yang baik. Hingga Jumat, 11 Juli 2025 malam, laporan polisi resmi terkait kejadian tersebut telah diterima di Polres Tabalong. "Jika nantinya saat gelar perkara terdapat unsur-unsur pidananya maka dapat ditingkatkan ke proses penyidikan." Sebelumnya pihak kepolisian didampingi aparat desa setempat mendatangi nenek yang viral karena kerap mengganggu tetangga. Tak disangka respons yang didapat petugas malah menerima perlakuan yang sama dengan tetangganya. Di depan petugas, nenek itu meneriaki tetangganya bahkan dengan gerakan berjoget bak mengolok-olok. Dalam unggahan akun tiktok Litasholeha.id mengaku belum ada titik penyelesaian permasalahan dirinya yang kerap diganggu tetangga. "Hari ini sudah ada kunjungan dan tidak lanjutnya dari aparat desa, kepolisian, camat dan berbagai instansi terkait, tetapi sampai hari ini belum ada titik terang penyelesaian masalah ini, doakan semoga tidak lagi diganggu tetangga seperti ini." Sebelumnya korban menceritakan teror psikologis dan fisik yang terus-menerus dilakukan oleh tetangganya sendiri, menjadikan rumah yang seharusnya aman justru berubah menjadi medan neraka tiada akhir. Korban menyebut, tindakan pelaku bukan lagi sekadar gangguan kecil. Setiap hari, sampah dilempar ke halaman, kata-kata kasar dan hinaan terus dilontarkan tanpa alasan jelas, hingga bagian rumah dirusak secara sengaja. “Sudah berkali-kali. Tapi pelaku tetap bebas berkeliaran. Saya takut. Setiap malam saya waswas,” ujar korban dalam video dengan suara gemetar. Korban diketahui telah melapor ke aparat berwajib, namun hingga berita ini ditulis, belum ada tindakan tegas yang membuat pelaku jera. Situasi ini memicu kemarahan warga setempat dan warganet, yang menilai aparat terlalu lamban merespons penderitaan korban.(atoe) Editor Restu