Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan, menegaskan bahwa HAN 2025 menjadi bagian penting dari kampanye besar menuju Generasi Emas 2045. Ia menyoroti pentingnya pendidikan inklusif, program bebas stunting, dan perlindungan dari kekerasan berbasis SAPA 129. “Kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh dengan karakter kuat, sehat, dan memiliki akses terhadap literasi digital yang positif. HAN bukan seremoni ini adalah momentum perubahan,” jelasnya.
Tagline HAN 2025, yaitu “Anak Indonesia, Kita Bersaudara”, dipilih langsung oleh Menteri PPPA. Kalimat ini sarat makna: bahwa semua anak Indonesia apapun latar belakangnya adalah bagian dari keluarga besar bangsa. Plt. Deputi Perlindungan Khusus Anak, Pribudiarta Nur Sitepu, menyebut ini sebagai ajakan untuk membangun persatuan dari usia dini, demi Indonesia yang inklusif dan harmonis. Dengan semangat ini, peringatan HAN 2025 bukan hanya milik pemerintah, tapi jadi gerakan nasional yang mengakar dan berdampak. (berbagai sumber/aar)
Editor: Andi Akbar







