Menteri PPPA Tegaskan Koperasi Merah Putih Jadi Pilar Ekonomi Desa dan Ketahanan Keluarga

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menegaskan bahwa Koperasi Kelurahan Merah Putih bukan sekadar lembaga ekonomi, tetapi instrumen strategis negara dalam memperkuat ketahanan keluarga dan perlindungan anak.

Hal itu disampaikan dalam dialog bersama masyarakat di Koperasi Kelurahan Merah Putih Balai Gadang, Kota Padang, Kamis (19/2). Dalam kegiatan tersebut, Menteri PPPA menyoroti peran koperasi sebagai penggerak ekonomi keluarga sekaligus penguat layanan sosial di tingkat desa dan kelurahan.

Ia mendorong keluarga memanfaatkan peluang ekonomi dari sektor rumah tangga, seperti menanam komoditas pangan di pekarangan dan usaha ternak skala kecil. Produk masyarakat diharapkan dapat diserap koperasi sehingga tercipta ekosistem ekonomi berkelanjutan.

Di bidang pendidikan, Menteri PPPA menegaskan tidak boleh ada anak yang putus sekolah karena alasan ekonomi. Program Sekolah Rakyat disebut sebagai solusi bagi anak dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapat akses pendidikan layak, termasuk dukungan gizi dan fasilitas belajar.

Selain itu, ia mengajak masyarakat memanfaatkan program cek kesehatan gratis sebagai langkah preventif mendeteksi penyakit sejak dini. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga kualitas hidup keluarga.

Terkait pengasuhan anak di era digital, Menteri PPPA menyoroti meningkatnya tantangan kesehatan mental anak. Berdasarkan aspirasi Forum Anak, masih banyak anak menghadapi tekanan emosional namun kesulitan menyampaikan kepada orang tua. Untuk itu, gerai apotek di koperasi direncanakan dikembangkan menjadi ruang konsultasi psikolog bekerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga terkait.