Menteri PPPA Tegaskan Koperasi Merah Putih Jadi Pilar Ekonomi Desa dan Ketahanan Keluarga

“Keluarga harus menjadi ruang aman pertama bagi anak. Negara juga harus hadir melalui layanan yang mudah dijangkau,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan nilai agama, budi pekerti, dan budaya sebagai fondasi karakter anak, termasuk pengawasan penggunaan gawai dan komunikasi terbuka dalam keluarga.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri PPPA turut meninjau Klinik UMKM Minang Bangkit, pusat layanan terpadu hasil kolaborasi pemerintah dan Kementerian UMKM untuk mempercepat pemulihan usaha pascabencana di Sumatera Barat.

Klinik ini menyediakan pendampingan usaha, akses pembiayaan, konsultasi manajemen, hingga fasilitasi pemasaran bagi pelaku UMKM terdampak bencana. Menurut Menteri PPPA, penguatan UMKM sangat erat dengan pemberdayaan perempuan karena mayoritas pelaku usaha desa adalah perempuan.

Ia juga mendorong Klinik UMKM Minang Bangkit menjadi simpul informasi perlindungan perempuan dan anak, termasuk sosialisasi Call Center SAPA129 sebagai saluran pengaduan kekerasan dan persoalan hukum.

Melalui penguatan ekonomi desa, akses pendidikan, layanan kesehatan, dan pengasuhan adaptif, pemerintah menargetkan terciptanya desa yang kuat secara ekonomi sekaligus kokoh secara sosial demi menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan berdaya saing. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar