Lebih jauh, Supiadi menyampaikan bahwa keikutsertaan di tingkat provinsi menjadi momen penting untuk memperkenalkan kekayaan pangan dan potensi wisata Balangan.
“Kami berharap bisa membawa nama harum Balangan dan menunjukkan bahwa desa kami juga punya peran penting dalam isu ketahanan pangan dan gizi,” ucapnya optimistis.
Ke depan, pemerintah desa akan terus mendorong pola makan sehat melalui pendekatan langsung kepada warga.
“Kami aktif melakukan penyuluhan rumah ke rumah, mengadakan pelatihan memasak sehat bagi ibu hamil, menyusui, dan ibu balita, demi mencegah stunting. Target kami, Desa Pulantan bebas stunting dengan angka 0 persen,” tegasnya.
Supiadi menambahkan bahwa respon masyarakat sangat positif. Masyarakat merasa bangga dan semakin antusias untuk mengonsumsi makanan sehat berbahan lokal.
“Ini menjadi awal yang baik untuk mengubah pola makan masyarakat ke arah yang lebih sehat dan mandiri,” jelasnya.
Pemerintah Kecamatan Awayan, termasuk Hj. Ismiati selaku Ketua PKK Kecamatan, juga memberikan dukungan penuh untuk keberangkatan tim ke provinsi. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan demi kesiapan lomba berikutnya.
Sebagai penutup, Supiadi menyampaikan pesan penting kepada desa-desa lain di Balangan:
“Pola makan sehat dan gizi seimbang itu tanggung jawab bersama. Desa harus aktif menyelenggarakan pelatihan memasak, penyuluhan gizi untuk ibu dan anak, serta menjalin kerja sama erat dengan puskesmas dan dinas kesehatan. Hanya dengan kolaborasi itulah kita bisa cegah stunting sejak dini dan menciptakan desa yang sehat serta mandiri,” pungkasnya.(alfi)







