Pulantan Juara B2SA Tingkat Kabupaten, Siap Harumkan Balangan di Level Provinsi
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, PARINGIN – Desa Pulantan, Kecamatan Awayan, berhasil meraih juara pertama dalam lomba B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) tingkat Kabupaten Balangan.
Keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras para kader PKK dan dukungan berbagai pihak. Desa Pulantan pun kini bersiap mewakili Balangan di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Kepala Desa Pulantan, Supiadi, mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi tersebut.
Baca Juga
Kemenag Naikkan Tunjangan Guru PAI Non ASN Rp 500.000, Pencairan Dirapel dari Januari 2025
"Alhamdulillah wa syukurillah, kami sangat bangga dan bersyukur. Kemenangan ini adalah buah dari kerja keras tim kader PKK Desa Pulantan, dukungan penuh dari PKK Kecamatan Awayan, dan semangat gotong royong warga," ujarnya.
Menurut Supiadi, strategi utama dalam lomba ini adalah memanfaatkan bahan pangan lokal yang khas dari Pulantan, seperti ubi-ubian dari kebun warga, ikan dari perikanan desa, serta sejumlah bahan pangan yang hanya tersedia di wilayah setempat.
"Kami tidak hanya ingin menang, tapi juga ingin memperkenalkan potensi desa kami. Banyak bahan lokal yang sebenarnya bernilai gizi tinggi dan bisa bersaing di pasar," tambahnya.
Dalam penyusunan menu, tim desa melibatkan kader PKK, kader posyandu, hingga dukungan teknis dari PKK Kecamatan Awayan, khususnya dari Ketua PKK Kecamatan Hj. Ismiati, serta koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan dinas terkait seperti pertanian, peternakan, dan perikanan.
Menu yang disajikan pun benar-benar mencerminkan kearifan lokal dan prinsip B2SA. Tantangan utama, kata Supiadi, adalah pada ketersediaan bahan pangan musiman, terutama saat cuaca ekstrem yang memengaruhi panen.
Lebih jauh, Supiadi menyampaikan bahwa keikutsertaan di tingkat provinsi menjadi momen penting untuk memperkenalkan kekayaan pangan dan potensi wisata Balangan.
"Kami berharap bisa membawa nama harum Balangan dan menunjukkan bahwa desa kami juga punya peran penting dalam isu ketahanan pangan dan gizi," ucapnya optimistis.
Ke depan, pemerintah desa akan terus mendorong pola makan sehat melalui pendekatan langsung kepada warga.
"Kami aktif melakukan penyuluhan rumah ke rumah, mengadakan pelatihan memasak sehat bagi ibu hamil, menyusui, dan ibu balita, demi mencegah stunting. Target kami, Desa Pulantan bebas stunting dengan angka 0 persen," tegasnya.
Supiadi menambahkan bahwa respon masyarakat sangat positif. Masyarakat merasa bangga dan semakin antusias untuk mengonsumsi makanan sehat berbahan lokal.
"Ini menjadi awal yang baik untuk mengubah pola makan masyarakat ke arah yang lebih sehat dan mandiri," jelasnya.
Pemerintah Kecamatan Awayan, termasuk Hj. Ismiati selaku Ketua PKK Kecamatan, juga memberikan dukungan penuh untuk keberangkatan tim ke provinsi. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan demi kesiapan lomba berikutnya.
Sebagai penutup, Supiadi menyampaikan pesan penting kepada desa-desa lain di Balangan:
"Pola makan sehat dan gizi seimbang itu tanggung jawab bersama. Desa harus aktif menyelenggarakan pelatihan memasak, penyuluhan gizi untuk ibu dan anak, serta menjalin kerja sama erat dengan puskesmas dan dinas kesehatan. Hanya dengan kolaborasi itulah kita bisa cegah stunting sejak dini dan menciptakan desa yang sehat serta mandiri," pungkasnya.(alfi)